Jaring aliran merupakan penggambaran hukum kontinuitas aliran air didalam tanah, umumnya digunakan untuk tanah dengan batasan tertentu Misalnya pada kasus bendungan, bila beda gradien hidrolik total dari bagian hulu dan hilir bendungan telah diketahui, maka jaring aliran yang terjadi di dalam pasir dapat digambarkan (homogeneous sand).

Flownet merupakan metode grafis yang awalnya dikembangkan oleh Philipp Forchheimer seorang Insinyur Austria dan disempurnakan oleh Arthur Casagrande, seorang insinyur Amerika yang merupakan salah satu dari pengembang pertama bidang keilmuan mekanika tanah.

Bendungan dengan garis aliran dan garis ekuipotensial

Pengaruh Rembesan Terhadap Tekanan Efektif Tanah

               Tekanan efektif tanah adalah tekanan yang bekerja pada butir-butir tanah. Sedangkan tekanan yang bekerja pada air yang ada di dalam pori tanah disebut dengan tekanan pori. Jika suatu tanah menerima tekanan dari luar, maka tekanan tersebut akan diterima oleh butir-butir tanah dan air yang ada di dalam pori tanah. Dengan demikian tekanan total dalam tanah merupakan penjumlahan antara tekanan efektif dan tekanan pori (Holtz and Kovacs, 1981). Jumlah tekanan total ini tetap selalu sama dengan tekanan dari luar yang bekerja pada tanah. Jika ada penambahan tekanan dari luar, kemungkinan air dalam tanah akan keluar sehingga tekanan porinya berkurang. Pengurangan tekanan pori ini akan mengakibatkan bertambahnya tekanan efektif tanah sebesar pengurangan tekanan pori tersebut.

Air mengalir melalui bawah bendung atau di bawah sheet pile cofferdam

               Air merembes dari muka air yang tinggi ke muka air yang rendah dengan tinggi tenaga rembesan sebesar perbedaan elevasi antara ke dua permukaan air tersebut. Pada sisi yang arah rembesannya ke bawah, maka tekanan rembesan arahnya juga ke bawah sehingga akan menambah besarnya tekanan efektif tanah. Akan tetapi sebaliknya pada sisi yang arah rembesannya ke atas, maka tekanan rembesan arahnya juga ke atas sehingga akan mengurangi besarnya tekanan efektif tanah.

               Tekanan rembesan terbesar akan diderita oleh permukaan tanah yang pertama kali menerima rembesan, dan berangsur-angsur berkurang sehingga pada permukaan tanah yang merupakan akhir dari rembesan.

Pengaruh Rembesan Terhadap Tekanan Hidrostatis

               Pada konstruksi bendung sungai, bagian dasarnya akan menerima tekanan angkat yang diakibatkan oleh tekanan air. Hal ini terjadi karena sifat tekanan air akan selalu tegak lurus terhadap bidang tekannya. Tekanan angkat akibat air ini berasal dari tekanan hidrostatis dan tekanan rembesan.

               Sedangkan tekanan  rembesan akan tergantung dari besarnya tinggi tekanan rembesan  yang dapat dilihat pada garis ekipotensial yang ada pada gambar jaringan aliran. Tekanan rembesan merupakan akibat dari adanya perbedaan antara muka air bagian hulu dan bagian hilir. kecepatan rembesan tergantung dari permeabilitas tanah dan tentunya gradien hidrolik yang ada.