Pondasi tiang pancang merupakan bagian dari konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan baja yang digunakan untuk mentransmisikan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat pemukaan yang lebih rendah dalam masa tanah. dimana pondasi tiang pancang ini digunakan unuk mendukung bangunan bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. hal ini merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang pancang atau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang lebih rendah melalui ujung tiang pancang.

Tiang pancang ini semata-mata hanya dari segi kemudahan karena semua tiang pancang berfungsi sebagai kombinasi tahanan samping dan dukungan ujung kecuali bila tiang pancang menembus tanah yang sangat lembek sampai kedasar padat.

Tiang pancang umumnya digunakan untuk beberapa maksud yaitu :

1. untuk meneruskan beban bangunan yang terletak diatas air atau tanah lunak ke tanah pendukung yang kuat.

2. untuk meneruskan beban ke tanah yang relatif kuat untuk sampai kedalaman tertentu sehingga pondasi bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut oleh gesekan sisi tiang dengan tanah disekitarnya.

3. untuk mengangker bangunan yang dipengaruhi oleh gaya angkat ke atas akibat tekanan hidrostatis atau momen penggulingan.

              4. untuk menahan gaya-gaya horizontal dan gaya yang arahnya miring

              5. untuk memadatkan tanah pasir, sehingga kapasitas dukung tanah tersebut bertambah

              6. untuk mendukung pondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air

 

Urutan kerja pekerjaan tiang pancang

1. Pekerjaan persiapan awal meliputi :

– Pengadaan tiang pancang

– Pengukuran lokasi / posisi tiang pancang

– Memeriksa Bench Mark yang diberikan

– Menentukan Grid line serta pemberian label grid

Set-up equipment

– Pengiriman dan Penyimpanan Tiang Pancang

– Pengaturan lokasi material pancang

2. Pekerjaan persiapan pemancangan :

– Buat skala pada tiang pancang menurut kedalamannya

Check posisi titik / koordinat pancang

– Pengangkatan tiang pancang

– Pengangkatan pile dilakukan dengan menggunakan sling baja yang diikatkan ke pile di dua lokasi yang berjarak 0.6 panjang pile.

– Perlu dibuat penandaan oleh pabrikan untuk menentukan dimana lokasi pengangkatan yang diizinkan

– Tiang pancang berada di dalam topi pancang

Check ketegakkan tiang pancang terhadap 2 sumbu yang saling tegak lurus

– Pembuatan Cushion, berfungsi untuk menjaga agar kepala tiang tidak rusak akibat pemukulan, bertempat di antara anvil dan kepala tiang

3. Pekerjaan Pemancangan :

– Tiang pancang digunakan hanya untuk mendukung bangunan/konstruksi ringan dengan kedalaman maksimal 12 m, penggunaan tiang pancang mini lebih dalam dari 12 m sebaiknya tidak dilakukan dengan alasan menghindari terjadinya bahaya tekukan

– Selama pemancangan pastikan posisi tiang pancang tetap tegak lurus terhadap 2 sumbu horizontal yang saling tegak lurus

– Catat jumlah pukulan hammer dari saat mulai sampai dengan berakhirnya pemancangan

– Penghentian pemancangan hanya diijinkan setelah mendapat ijin dari pengawas

– Membuat pile record + data hasil kalendering

– Membuat sambungan jika diperlukan

4. Catatan :

– Bila diragukan tiang pancang mini pile belum menuju tanah keras walaupun seluruh tiang sudah tertanam diusulkan adanya penambahan jumlah tiang pancang mini pile sebagai solusinya

a. Pemotongan Tiang Pancang Beton Bulat Pretensioned, dia 50 cm

1) Untuk pemotongan tiang pancang digunakan tenaga manual, dan hasil potongan dikumpulkan serta dibuang ke area yang telah ditentukan.

2) Untuk ikatan antara tiang pancang dengan Lantai Konstruksi ditambahkan besi pada tiang pancang.

b. Pelaksanaan test yang dilakukan adalah:

PDA Test

Loading Test

Tensioned Load Test