Beijing - China meluncurkan satelit pemantau lingkungan berteknologi pencitraan hyperspektral Gaofen 5 ke orbit Bumi. Satelit itu dilengkapi teknik pencitraan hyperspektral yang mampu memonitoring kualitas perairan terbuka, polusi udara, partikel, emisi gas rumah kaca serta ozon.

Gaofen 5 yang diluncurkan dari pusat ruang angkasa Taiyuan di provinsi Shanxi merupakan wahana pertama buatan China, yang mampu memonitor unsur-unsur polutan udara. DW (11/5/2018).

Satelit tersebut dikembangkan dan diproduksi China Aerospace Science and Technology Corporation, dirancang miliki masa hidup 8 tahun.

Wahana itu dilengkapi enam unit instrumen hiperspektral teknologi tinggi. Dengan teknik berbeda, satelit bisa memonitor unsur polutan dib udara, gas rumah kaca dan aerosol. Gaofen 5 juga mampu menangkap informasi spektral mulai dari radiasi ultra violet hingga infra merah.

Satelit yang diluncurkan sebelumnya tidak dilengkapi teknik pencitraan hiperspektral, sehingga tidak mampu membedakan antara tanaman air dengan ganggang. Keduanya diidentifikasi sebagai obyek yang sama. Tapi dengan teknik hiperspektral, kini bisa dibedakan antara tanaman air dengan gulma penganggu

Dalam terminologi unsur pencemaran udara, satelit mampu memonitor belerang dioksida, nitrogen oksida, partikel berbahaya, gas rumah kaca serta aerosol yang terkandung dalam udara

Lepas Ketergantungan

Dengan proyek satelit Gaofen, China juga melompat jauh dalam bidang teknologi pencitraan lingkungan resolusi tinggi. Salah satu target utama proyek tersaebut, adalah melepaskann ketergantungan pada pasokan data satelit asing.

Dengan data resolusi tinggi yang disuplai sistem satelit Gaofen, kini China dapat memetakan kekayaan sumber daya alam dan mineralnya tanpa takut diserobot pihak asing.

Dengan konstelasi satelit monitoring lingkungan itu China bisa melakukan observasi Bumi sepanjang waktu tanpa terpengaruh cuaca.